Revolusi Informasi
Transformasi informasi yang sangat signifikan
Sejak dahulu kala manusia telah mengetahui apa itu informasi. Informasi digunakan manusia sebagai alat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Informasi dapat berbentuk tulisan, gambar, suara ataupun benda. Dalam perananannya, informasi sangat diperlukan sekali bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya, dalam hal politik, ekonomi, social, sejarah dan lainnya. Oleh karena itu informasi sangat bernilai tinggi dan bermanfaat.
Suatu informasi dapat didapat dari berbagai data-data yang disatukan. Suatu informasi dapat bernilai bagus jika data-data yang dikumpulkannya adalah baik, fakta dan actual. Informasi seyogyanya harus bersifat fakta, karena pada dasarnya informasi adalah media komunikasi antara individu dengan individu yang mampu memberikan paradigma atau pengetahuan kepada pembaca/pendengar informasi tersebut. Jika saja informasi yang digumamkan itu salah, maka ilmu yang didapat oleh pendengar akan salah, begitupun sebaliknya jika informasi memuat data yang benar,maka ilmu atau informasi yang diterima oleh pendengar akan benar.
Dalam perjalananya informasi dikelola dengan cara yang sama, hanya saja media yang membedakannya. Pada masa non-digital , informasi dikelola dengan cara manual menggunakan manusia sebagai mesinnya dan masih menggunakan material-material yang mediumnya besar. Seperti contoh : pada tahun 60an dalam perusahaan/kantor swasta di amerika, dalam mengelola data-data keuangan perusahaan dan lainnya mereka membuat direktori-direktori (pengarsipan dokumen) dalam bentuk kertas yang disusun dalam suatu lemari dalam ruangan dukumentasi. Kemudian dalam pengelolaannya perusahaan tersebut mengelompokkan jenis, nama dokumentasi dengan cara memberikan notes pada dokumentnya serta disusun dalam lemari sesuai jenisnya sehingga tersusun rapih an menghasilkan indeks/ seperti buku ensiklopedia.
Banyak sekali kendala yang dihadapi pada era non-digital(analog), seperti kendala akan kebutuhan informasi yang setiap hari selalu meningkat, akan tetapi perangkat atau media yang mengelola tidak sebanding dengan orang yang memerlukan. masalah tersebut diakibatkan oleh sukarnya pengelola mencari data-data untuk dijadikan sebagai bahan informasi, sukarnya pengelola untuk mengolah data-data tersebut/ informasi sehingga tersusun rapi guna mempermudah dalam pemakaian informasi tersebut atau diakibatkan oleh teknis dalam pengerjaan dan pemrosesannya.
Seiring berjalannya waktu, era berubah menjadi era digital, yang mana semua proses pengelohan data, pengelolaan data dilakukan menggunakan sistem berbasi digital. apa maksud dari era digital ? Menurut (Carlin, 2010: 229), Era digital merupakan suatu masa di mana sebagian besar masyarakat pada era tersebut menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-harinya. Sistem digital mengacu pada bentuk bahasa binari, di mana ‘kata’ dalam sistem tersebut disebut bits, yang terdiri dari urutan angka 0 dan 1. Sistem digital ini terbukti lebih mutakhir dari sistem yang dikembangkan sebelumnya, yaitu sistem analog. perubahan era ini mendorong orang-orang untuk membuat suatu alat digital yang digunakan untuk mengelola informasi, sehingga dapat mempermudah kehidupan.
Pengolahan data untuk dijadikan suatu informasi pada era digital ini prosedurnya tidak jauh berbeda dengan era analog, yang membedakan hanya media pengolah saja, akan tetapi pada dasarnya elemen elemen penyusun suatu sistem menurut(McLeod, 2014) adalah sebagai berikut :
a.Tujuan
Tujuan bisa dijadikan motivasi dalam sebuah sistem, karena dengan tujuan,sistem dapat berjalan terarah dan terkendali.
b.Masukan
Segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal hal berwujud(bahan mentah) maupun yang tak berwujud(informasi).
c.Proses
Bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai.
d.Keluaran
Bagian dari hasil pemrosesan sistem dan keluaran dapat menjadi masukkan untuk subsistem lain.
e.Batas
Pemisahan antara sistem dan daerah diluar sistem. Batas sistem berperan dalam menentukan konfigurasi,
f.Mekanismeperubahan dan unpan balik
Mekanisme penendalian diwujudkan mengunakan umpan balik, sedangkan umpan balik digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai tujuan.
g.Lingkungan
Segala sesuatu yang berada diluar sistem.
Dalam aktivitasnya, pengelolaan informasi di era digital ini menggunakan prosedur atau cara yang sama dengan era analog, yaitu data disususun secara rapi, terstruktur dan digolongkan berdasarkan tipe informasi(karakter informasi) dan diurutkan sesuai dengan abjad atau penamaan dan lain sebagainya, akan tetapi media atau medium pengelolaanya sudah berbentuk digital, sehingga pembuatan informasi, pengelolaan informasi dilakukan secara efektif, cepat, tepat dan aman dalam sebuah alat elektronik digital.Pengelolaan ini dilakukan oleh sistem yang dinamakan sistem informasi,
Q : Apa itu Sistem ?
Menurut (McLeod, 2004) sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk mencapai tujuan. sedangkan sistem menurut(Jogiyanto, 1999)terdapat dua kelomppk pendekaran sistem di dalam mendefinisikan system yaitu pendekatan pada prosedur dan pendekatan pada komponen-komponen atau elemen elemen.
1. Pendekatan Prosedur
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubung terkumpul bersama sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk tujuan tertentu.
Prosedur adalah urutan-urutan operasi klarikal atau tulis menulis yang menjamin penanganan yang seragam.Prosedur juga adalah urut-urutan yang tepat dari tahap tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, dan bagaimana (how) mengerjakannya.
Adapun manfaat Sistem dan prosedur, diantaranya sebagai berikut :
a.Memberikan keseragaman dalam melakukan tindakan
b.Menyediakan padangan yang menyeluruh pada situasi dan persoalan yang dihadapi dengan realita.
c.Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang timbul pada pelaksanaan pekerjaan.
d.Dapat menederhanalam pelakasanaan dalam pengambilan keputusan.
e.Dapat dilaksanakan dengan cepat.
f.Keputusa yang salah dan terburu-buru dapat dikurangi.
g.Membantu usaha-usaha latihan karyawan denagan diteraokan syarat-syarat kerja, ditentukannya hubungan kerja, serta diuraikam secara lengkap aliran kerja.
2. Pendekatan Komponen
Pendekatan yang dilakukan dengan cara mengenali komponen-komponen atau subsitem-subsitemnya. Seperti halnya mobil, Sebelum membuat mobil maka kita terlebih dahulu mengenali subsistem-subsistem pada sistem mobil, yakni roda mobi, bodi mobil, tempat duduk, mesin dan lain lain, sehingga nantinya dapat dibentuk dan menggapai tujuan yaitu terbuatnya mobil.sehingga memudahkan untuk menganalisis dan membuat sistemnya.
Q : Apa itu Informasi
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data. Jika menurut Mc.leod, Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang .
Suatu informasi dapat merubah pandangan orang, paradigma orang ataupun menambah ilmu oleh karena itu suatu informasi memerlukan kualitas tertentu. Menurur (Jogiyanto, 1999) kualitas dari informasi(quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu :
a. Relevann (Relevance)
informasi mempunyai mangaat untuk pemakainya dan relevansi informasi untuk tiap orang akan berbeda-beda.
b. Tepat waktu (timeliness)
Informasi datang pada penerima dan tidak boleh terlambat. informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.
c. Akurat (Accuracy)
informasi harus bebeas dari kesalahan kesalah dan tidak boleh bersifat menyesatkan. akurat berarti informasiharus jelas mencerminkannya karena informasi yang sampai ke penerima kemungkinan akan terjadi banyak gangguan sehingga dapat merusak informasi tersbut.
Q : Sistem Informasi
Sesuai dengan dunia ini yang dipenuhi oleh berbagai macam informasi.kebutuhan akan informasi setiap harinya selalu meningkat.Contoh seperti berita yang dimuat di media cetak ataupun elektronik. informasi tersebut diperoleh dari data-data kehidupan yang semuanya perlu untuk diolah, dikelola dengan cara dikategorikan serta diurutkan dengan baik sehingga menghasilklan suatu informasi yang baik. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sekali sistem informasi ini.
Q : Kedudukan Sistem Informasi
Dalam dunia perkuliahan atau studi, kedudukan sistem informasi tergolong kedalam kelompok studi / rumpun ilmu informatika. dalam rumpun ilmu informatika sistem informasi ini tugas/ fokus pembelajarannya sangat berbeda dengan Teknik Informatika, jika digambarkan perbedaannya maka program studi Sistem Informasi memfokuskan di bagian analisis, perancangan dan manajemen saja. berbeda dengan teknik informatika yang memfokuskan di pembuatan (processing), design untuk menghasilkan suatu produk. atau bisa diasumsikan bahwa Sistem Informasi adalah divisi yang melakukan perancangan suatu produk, memanajemen suatu produk maksudnya memanage apa saja yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut dan melakukan penganalisaan produk, setelah dilakukan semuanya maka hasil rancangan tersebut dikomunikasikan kepada divisi Teknik Informatika untuk diproses (designing, coding, output) dan menghasilkan keluaran (produk).
Penulis :
Nama : Dimas Dwi Cahya
Jurusan : Sistem Informasi S1 2015
Kelas : SI-39-06
Telkom University
Sumber :
- Yakub.2012.Pengantar Sistem Informasi.Yogyakarta:Graha Ilmu.
- https://www.youtube.com/watch?v=vqOFc4vnqkQ
- http://www.dosenpendidikan.com/
- http://www.dreamstime.com

0 komentar
Posting Komentar